Rabu, 18 Januari 2012

fact tugas bahasa

Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data
Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya
Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil pengamatan yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.
Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:
  • Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
    • Galat biasa terjadi pada proses interpretasi makna dari suatu pengamatan.
    • Kekuasaan kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari suatu pengamatan.
  • Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
  • Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
  • Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
  • Informasi mengenai subyek tertentu
  • Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna

Fakta Ilmiah

Fakta ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam suatu struktur sosial kepercayaan, akreditasi, institusi, dan praktik individual yang kompleks.
Dalam filsafat ilmu, sering dipertanyakan (yang paling terkenal adalah oleh Thomas Kuhn) bahwa fakta ilmiah sedikit banyak selalu dipengaruhi oleh teori (theory-laden), contohnya adalah, untuk mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana cara pengukurannya memerlukan beberapa asumsi mengenai fakta itu sendiri.

Selasa, 17 Januari 2012

tugas bahasa inggris


sangkuriang

Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.
Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya. Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala
Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara. Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya. Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing. Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu
pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar
kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur
kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya.
Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi. Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."













sangkuriang

In antiquity, there was the story of a
daughter of the king in West Java, named Dayang Sumbi.
He has a son who was given
Sangkuriang name. The child was very fond
hunting. He was hunting with Tumang accompanied by,
pet dog palace. Sangkuriang do not know,
that the dog is the incarnation of the god and also
his father.
On a day Tumang not want to follow his orders to pursue prey.
So the dog is expelled into the woods. When he returned to the palace,
Sangkuriang recounted the incident to her mother.
Dayang Sumbi not playing angry when I heard
the story. He accidentally hit his head
Sangkuriang rice with a spoon in her hand.
Sangkuriang injured. He was very disappointed and went
wander.
After the incident, Dayang Sumbi very sorry he was. He always prayed and very
persevering penance. At one time, the gods gave him a gift. He will
forever young and has a timeless beauty. After years of wandering,
Sangkuriang eventually intends to return to his homeland. Arriving there,
kingdom had changed completely. There he met a lovely girl, who was none other
is Dayang Sumbi. Fascinated by the beauty of the woman then, Sangkuriang
proposed to her. Therefore it is very handsome youth, Dayang was very fascinated Sumbi
him.
On a day Sangkuriang asked permission to hunt. He asked for help Dayang Sumbi
to spruce up the headband. Dayang Sumbi was surprised when I saw
scar on her husband's head. The cut was exactly like her wound has gone
wander. After a long noticed, it turns out the young man's face is very similar to
his son's face. He became very frightened. So then he sought means to
thwart the process of making a proposal it. He filed two terms. First, he
asked the young man to stem the Citarum river. And second, he asked Sangkuriang
to create a large canoe to cross the river. Both conditions were
must be met before dawn.
That night Sangkuriang do penance. With
exert his power he magical creatures to
help finish the job. Dayang Sumbi
secretly peeking job.
Sothe work was almost complete, Dayang Sumbi ordered his troops to deploy
red silk cloth to the east of the city. When watching the color red in the east
city, Sangkuriang thought it was late morning. He also stopped work.
He was very upset because it meant he could not qualify the requestedDayang Sumbi.
With his strength, he had to break down the dam that
made. There followed the great flood swept throughthe city. He was later kicked big boat
made. The canoe was floated and dropped into
a mountain named "Tangkuban Boat."